UNP Dorong Program Kemahasiswaan Berbasis SDGs dan Riset Kolaboratif

May 23, 2025 4:47 pm

Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) terus mendorong organisasi mahasiswa (Ormawa) untuk mengembangkan program yang memiliki dampak nyata dan sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui forum “Sinkronisasi SDGs pada Program Kegiatan Kemahasiswaan” yang digelar Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNP di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat dan Research Center UNP, Jumat (25/5).

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kegiatan kemahasiswaan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus membuka peluang kolaborasi riset antara mahasiswa dan dosen. Puluhan perwakilan Ormawa mengikuti kegiatan untuk mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan program yang lebih terarah, inovatif, dan terukur.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Dr. Refnaldi, M.Litt. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan tidak cukup hanya dinilai dari kualitas perencanaan dan proposal, tetapi juga harus mampu menunjukkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program perlu memiliki tujuan, indikator, serta dampak yang jelas.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., yang menjadi pembicara utama, mengajak mahasiswa memperkuat keterlibatan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian berbasis SDGs.

Ia menjelaskan bahwa Ormawa memiliki peluang besar untuk mengembangkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata. Program pengabdian, misalnya, dapat diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, maupun pengurangan kesenjangan sosial.

Anton juga menekankan pentingnya penyusunan proposal yang sistematis dan memiliki indikator keberhasilan yang dapat diukur. Setiap kegiatan diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dengan setidaknya satu tujuan SDGs sehingga dampak program dapat dievaluasi secara lebih objektif.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Dr. Asep Sujana Wahyuri, S.Si., M.Pd., yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan bahwa sinkronisasi SDGs akan menjadi salah satu pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Ormawa.

Mulai tahun 2025, setiap proposal kegiatan kemahasiswaan diharapkan mencantumkan keterkaitannya dengan SDGs sebagai bagian penting dalam proses penilaian. Kebijakan ini diharapkan mendorong Ormawa untuk merancang kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan.

“Program kemahasiswaan harus selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan dan mampu menghadirkan aksi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, UNP juga merencanakan pelatihan teknis penyusunan proposal berbasis SDGs bagi pengurus Ormawa. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni dengan LPPM serta mitra terkait.

Melalui forum ini, UNP berharap kegiatan kemahasiswaan semakin terintegrasi dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi inisiator perubahan melalui program yang inovatif, berbasis riset, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.